LAPAS PEREMPUAN PADANG | Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang.
Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriani Pohan, jajaran Lapas Perempuan Padang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat, TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menggelar razia gabungan dan pemeriksaan tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus langkah preventif untuk mencegah masuk dan beredarnya narkoba maupun barang-barang terlarang di lingkungan Lapas Perempuan Padang.
Rangkaian kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan tes urine serta penggeledahan pada blok dan kamar hunian WBP. Petugas dari lintas instansi melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan ketelitian, ketertiban, dan profesionalisme.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh tes urine yang dilakukan tidak menemukan indikasi penggunaan zat terlarang. Sementara itu, dari hasil penggeledahan blok hunian juga tidak ditemukan narkoba maupun barang terlarang.
Kepala Bidang Patnal Kanwil Ditjenpas Sumatera Barat, Irpan, Amd.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan razia gabungan yang berlangsung dengan aman dan tertib serta tidak menemukan barang terlarang.
Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara rutin dan berkala sebagai bagian dari strategi penguatan keamanan serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan.
"Pengawasan harus terus dilakukan secara konsisten. Kegiatan razia gabungan seperti ini menjadi bagian penting dalam deteksi dini dan pencegahan masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas," demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIB Padang Susi Andriani Pohan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan serta membangun sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting dalam mendukung seluruh proses pembinaan WBP. Karena itu, pengawasan terhadap potensi masuknya narkoba dan barang terlarang harus dilakukan secara berkesinambungan.
"Sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi kekuatan dalam menjaga Lapas Perempuan Padang tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba maupun barang terlarang. Kami akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini secara konsisten," ujar Susi Andriani Pohan.
Pelaksanaan razia gabungan ini sekaligus memperkuat koordinasi antara Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Kanwil Ditjenpas Sumatera Barat, TNI, Polri, dan BNNP Sumatera Barat.
Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat terus terjaga dan ditingkatkan, tidak hanya dalam rangka menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif, tetapi juga mendukung penyelenggaraan pembinaan WBP yang berintegritas dan berorientasi pada perubahan ke arah yang lebih baik.
Dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan tidak adanya indikasi penggunaan narkoba serta tidak ditemukannya barang terlarang dalam penggeledahan, Lapas Perempuan Padang kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dari narkoba, dan kondusif bagi proses pembinaan.
#LapasPerempuanPadang
#Kemenimipas
#Pemasyarakatan
#DitjenPas
#PemasyarakatanSumbar
#BersihDariNarkoba
#DeteksiDini
#Sinergitas
5 Judul yang menarik
ANDRI

0 Komentar