LAPAS PEREMPUAN PADANG| Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kondisi kemarau, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang melaksanakan salat istiska, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa dan memohon pertolongan Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.
Salat istiska dilaksanakan secara berjamaah di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas, warga binaan, serta peserta lainnya yang hadir dengan penuh kekhusyukan.
Pelaksanaan salat istiska merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi musim kemarau dan kondisi kekeringan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriani Pohan, mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Salat istiska ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT. Semoga hujan segera diturunkan, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi keberkahan bagi kita semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan kepedulian terhadap dampak musim kemarau.
Dengan terlaksananya salat istiska, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang berharap seluruh jajaran dan warga binaan senantiasa diberikan keteguhan iman, kesehatan, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai kondisi, sekaligus terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
ANDRI

0 Komentar