Jayapura, 26 Agustus 2026 — Komandan Kodaeral X Mayor Jenderal TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua terkait antisipasi pembakaran hutan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino di wilayah Papua. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lukman I Gedung Negara Provinsi Papua, Jalan Trikora, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, tersebut dipimpin Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius D. Fakhiri dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, BMKG, BPBD, serta para pimpinan OPD terkait sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam arahannya, Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn.) Drs. Mathius D. Fakhiri menyampaikan bahwa fenomena El Nino pada tahun 2026 perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Papua bagian selatan. Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi El Niño berpotensi bertahan hingga awal 2027 dan dapat mencapai intensitas sangat kuat, sehingga berpotensi memperpanjang periode kering, menekan ketersediaan air, serta meningkatkan ancaman karhutla. Menurutnya, kekeringan dan kebakaran hutan merupakan persoalan yang saling berkaitan, karena kondisi lahan dan vegetasi yang kering lebih mudah terbakar, sementara kebakaran dapat memperparah kerusakan lingkungan serta berdampak terhadap kualitas kehidupan masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Komandan Kodaeral X Mayor Jenderal TNI (Mar) Sugianto menegaskan kesiapan TNI Angkatan Laut untuk mendukung pemerintah daerah dan BPBD dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Kodaeral X siap menyiapkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan apabila terjadi kebakaran dalam skala besar, termasuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan titik api. Selain itu, Kodaeral X juga siap membantu pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan serta mendukung pembukaan akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, dengan tetap mengedepankan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Rapat koordinasi tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan akibat pengaruh El Nino di wilayah Papua. Sinergi antara Forkopimda, BMKG, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat melalui langkah antisipatif, pemantauan kondisi cuaca dan titik rawan, kesiapan personel maupun peralatan, serta edukasi kepada masyarakat. Melalui koordinasi yang solid dan respons cepat, seluruh unsur diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana, menjaga keselamatan masyarakat, melindungi lingkungan, serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat di tengah potensi berlangsungnya musim kering yang berkepanjangan.

0 Komentar