BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "JURNALIS NUSANTARA SATU"

Tradisi Penuh Makna: Taruna AAL Angkatan ke 73 Korps Pelaut dan Taruna APCS Menyucikan Diri Dengan Tradisi Mandi Khatulistiwa

 

Perairan Selat Malaka, 02 April 2026|Seluruh Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat II Korps Pelaut Angkatan ke-73 dan peserta Asean Plus Cadet Sail (APCS) 2026 menjalani tradisi Mandi Khatulistiwa di atas geladak KRI Bima Suci saat pelayaran di Perairan Selat Malaka menuju Etape kedua Belawan yang  melintasi Garis Lintang Nol Derajat, yang biasa disebut Garis Khatulistiwa, pada hari Rabu (2/04).

Tradisi Mandi Khatulistiwa dilakukan bagi seseorang yang baru pertama kali turut berlayar di KRI Bima Suci saat melintasi Garis Khatulistiwa. Selain Taruna AAL dan peserta APCS, tradisi ini juga merupakan bagian dari tradisi ritual yang sudah lama dilakukan pendahulu-pendahulu TNI AL dan bagi pelaut dunia saat melewati Garis Khatulistiwa.

Dalam pelaksanaan Mandi Khatulistiwa, personel KRI Bima Suci memerankan peran-peran penting. Ada yang berperan sebagai Dewa Neptunus (Dewa penguasa samudera raya), Dewi Amfirite (permaisuri Dewa Neptunus), Kapten Davy Jones (sosok antagonis yang menagih janji Dewa Neptunus), Nyai Roro Kidul dan para punggawa lainnya. Prosesi diawali dengan memandikan para Taruna dan peserta APCS 2026 dengan disiram air laut pada dini hari dan selanjutnya setiap peserta diberikan nama baptis oleh Dewa Neptunus.

Tampak hadir pada pelaksanaan tradisi mandi Khatulistiwa yakni Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E, M.Tr.Opsla., Palaklat KJK 2026 Letkol Laut (P) Priyono M.Tr.Opsla. serta para perwira pendamping (Paping) Taruna AAL.

Posting Komentar

0 Komentar